Skip to main content

Bagaimana Hukum KB Untuk Laki-Laki

Pria ber-KB, tampaknya masih belum membudaya dan terdengar masih janggal di telinga. Data sttistik menunjukkan wanita lebih dominan dalam aktivitas mengontrol angka kelahiran. Partisipasi laki-laki untuk memasang alat k0ntra5epsi (ber-KB) dalam menyukseskan program keluarga berencana (KB) di Indonesia masih rendah. Faktor kultur dan egoism laki-laki sebagai penyebab utama.

Salah satu bentuk KB untuk pria adalah vasektomi atau yang bisaa diidentikkan dengan “KB Pria” adalah proses operasi sederhana untuk memotong saluran yang membawa sperma dari kantongan (testis) ke pen1s, jika saluran vas deverens-nya sudah dipotong, laki-laki ini tidak bisa membuahi pasangannya.

Vasektomi dianjurkan pada pria usia produktif, antara 30-40 tahun. Vasektomi tidak merangsang timbulnya penyakit lain maupun mengganggu aktivitas 5eksval, justru pasien vasektomi cenderung bertambah gemuk.

Vasektomi tidak mengganggu aktivitas 5eksval karena yang dipotong adalah saluran vas deferens saja, sedangkan hormon yang dihasilkan dari testis yang di sebut testosteron keluarnya tidak melalui saluran itu, tapi masuk ke pembuluh darah, lantas penyebar ke organ yang lain. Itu sebabnya tidak ada kaitannya antara vasektomi tetap ada, misalnya infeksi karena operasi. Ini bisa diatasi dengan memperoleh penanganan dokter secepatnya.

Walau vasektomi sifatnya permanen, tak menutup kemungkinan untuk bisa mempunyai keturunan lagi. Caranya, dengan melepaskan ikatan ;pada saluran vas deferens melalui operasi kecil. Hanya, diperlukan waktu yang agak lama untuk kembali normal. Vasektomi juga tak memiliki efek yang bersifat merugikan. Sperma yang diproduksi tubuh pria namun tidak bisa disalurkan karena vasektomi tersebut, akan kembali diserap tubuh tanpa menyebabkan gangguan metabolism.

Pertanyaan

Bagaimana pandangan fikih tentang KB? dan Bagaimana hukum KB Vasektomi bagi laki-laki?

Jawaban

Hukum mengikuti KB ditentukan dari tujuan, cara, dan akibatnya. Menurut para ulama, alasan yang dibenarkan dalam menghindari kehamilan adalah sebagai berikut:

  • Menjaga jarak kehamilan agar lebih sempurna dalam mendidik anak.
  • Untuk menjaga kcantikan istri.
  • Agar tidak kerepotan dalam bekerja mencari nafkah.
  • Menurut Imam Haramain, khawatir memiliki anak tergolong tujuan yang tidak dibenarkan.
  • Menurut fatwa Syekh Hasan Ma’mun, khawatir kesulitan ekonomi (fakir) tergolong maksud yang tidak dibenarkan.

Adapun cara yang dibenarkan dalam KB adalah dengan menggunakan k0nd0m, menkonsumsi obat yang tidak sampai berakibat memutus kehamilan, kecuali atas rekomendasi dokter yang ahli, bahwasanya kelalaian dapat mengancam nyawanya. Menurut pendapat ulama Malikiah, bagi suami tidak boleh mengkonsumsi obat untuk membatasi lahirnya keturunan.

Sedangkan KB dengan cara operasi, hukumnya tidak diperbolehkan, kecuali atas rekomendasi dokter yang ahli karena kehamilan dapat mengancam nyawanya. Demikian juga dengan cara memasang alat k0ntra5epsi yang melibatkan orang lain (bukan suami) adalah tidak boleh karena dapat dipastikan melihat bagian tubuh yang tidak boleh dilihat. Adapun KB melalui cara suntik, belum ditemukan keterangan yang jelas.

Diperbolehkannya mengikuti KB dengan perincian sebagaimana di atas sepanjang tidak mengakibatkan bahaya menurut keterangan orang yang pakar dalam bidang ini.

Rujukan

Referensi: Santri Salaf Menjawab | Pustaka Sidogiri

Catatan: Perbedaan pendapat di kalangan ulama suatu kewajaran dalam kajian fikih, harap maklum.