Skip to main content

Daging Kurban Dimakan Sendiri

Sudah merupakan kebisaaan jika seseorang nazar untuk berkurban dia menyerahkan hewan kurbannya kepada tokoh agama. Bisaanya tokoh itu menerima hewan kurban dan kemudian seolah-olah dialah pemiliknya. Terbukti dalam praktiknya, dia sendiri yang menyembelih dan membagi daging tersebut. Di samping itu, dia juga mengambil bagian lebih banyak dari yang lain, bahkan sampai-sampai kulitnya ia jual (walau dia tergolong orang yang kaya).

Pertanyaan

  1. Apakah status tokoh tersebut?
  2. Sebenarnya siapa yang berhak membagikan daging itu, mengingat daging itu sudah hilang dari kepemilikan orang yang berkurban?
  3. Bolehkah tokoh tersebut atau yang lain mengambil sendiri atau menjual kulit hewan tersebut?

Jawaban

  1. Sebagai wakil dengan menggunakan akad wakalah mu’athah (akad wakalah tanpa menyebutkan sighat) dalam mazhab Hanbali.
  2. Pada dasarnya yang berhak membagikan adalah mudhahhi (orang yang berkurban), akan tetapi mudhahhi boleh mewakilkan kepada orang lain.
  3. Tidak boleh, kecuali ada ketentuan dari orang yang mewakilkan dan dia (wakil) termasuk orang kafir.

Rujukan

Referensi: Santri Salaf Menjawab | Pustaka Sidogiri

Catatan: Perbedaan pendapat di kalangan ulama suatu kewajaran dalam kajian fikih, harap maklum.