Skip to main content

Gotong Royong Mengqadha Puasa

Fatimah melahirkan tepat pada tanggal 1 bulan Ramadhan. Oleh karenannya ia tidak berpuasa selama satu bulan penuh disebabkan keluar darah nifas. Kemudian ia ingin meng-qadha puasanya dengan cara dibagi-bagi dengan Ahmad (suaminya), yakni 15 hari dilakukan sendiri dan 15 hari dilakukan suaminya, dengan alasan ia tidak mampu jika berpuasa satu bulan penuh.

Pertanyaan

Adakah pendapat yang memperbolehkan qadha’ puasa dengan diwakilkan kepada suami/atau orang lain degan alasan seperti di atas?

Jawaban

Tidak ada (tetap tidak boleh), karena puasa termasuk ibadah badaniyah yang tidak dapat diwakilkan.

Rujukan

Referensi: Santri Salaf Menjawab | Pustaka Sidogiri

Catatan: Perbedaan pendapat di kalangan ulama suatu kewajaran dalam kajian fikih, harap maklum.