Skip to main content

Menginjak Ukiran Al-Quran

Ahmad adalah seorang pengrajin ukiran kayu di desanya . pekejaan itulah yang menjadi mata pencahariannya setiap hari. Kebanyakan motif ukirannya terdiri dari ukiran ayat-ayat Al-Qur’an. Ketika sedang megukir, tentu saja dia mnginjak bahan ukirannya, guna mempermudah proses pengukiran dan hasilnya lebih baik.

Pertanyaan

  1. Bagaimana hukum mengukir ayat-ayat Al-Qur’an dengan tanpa memiliki wudhu?
  2. Bagaimana hukum meginjak serta berada di atas ukiran lafal-lafal Al-Qur’an ketika bekerja dengan alasan seperti di atas?

Jawaban

  1. Boleh, kecuali ukiran itu dikehendaki sebagai Al-Qur’an dan terjadi sentuhan dengan ukiran tersebut.
  2. Jika untuk mendapatkan tulisan yang indah memang harus menginjak ukiran tersebut, maka boleh.

Rujukan

Referensi: Santri Salaf Menjawab | Pustaka Sidogiri

Catatan: Perbedaan pendapat di kalangan ulama suatu kewajaran dalam kajian fikih, harap maklum.