Skip to main content

Mengusap Perban Tanpa Tayammum

Tradisi yang berlaku di masyarakat, apabila suatu ketika anggota wudhu mereka diperban akibat luka atau yang lain, mereka berwudhu dengan cara membasuh anggota yang sembuh, dan mengusap perban dengan air tanpa melakukan tayamum. Mereka beralasan jika perban itu telah diletakkan dalam keadaan suci dari hadats.

Pertanyaan

Benarkah anggapan demikian?

Jawaban

Bisa dibenarkan, karena ada pendapat yang memperbolehkan mandi atau wudhu dan mengusap perban dengan air tanpa harus tayamum, serta tidak disyaratkan meletakkan perban dalam keadaan suci.

Rujukan

Referensi: Santri Salaf Menjawab | Pustaka Sidogiri

Catatan: Perbedaan pendapat di kalangan ulama suatu kewajaran dalam kajian fikih, harap maklum.