Skip to main content

Pandangan Fikih Tentang Amputasi

Sulaiman menderita penyakit kronis, yaitu liver dan kencing manis. Suatu ketika tangannya mengalami luka kecil. Dikarenakan penyakit yang ia derita sangat ganas, maka luka tersebut tidak sembuh-sembuh. Kata dokter, anggota luka tersebut harus segera diamputasi.

Pertanyaan

  1. Bagaimana perspektif fikih mengenai amputasi?
  2. Bolehkah Sulaiman menolak amputasi karena khawatir akan keselamatan dirinya?

Jawaban

  1. Menurut Imam an-Nawawi, jika pengamputasian tersebut terdapat ada kehawatiran, maka ulama berbeda pendapat. Menurut Imam ar-Rafii, jika bahayanya amputasi lebih ringan disbanding tidak dilakukan amputasi, maka boleh diamputasi.
  2. Boleh, dan hal itu lebih uama bagi orang yang memiliki tawakal yang kuat.

Rujukan

Referensi: Santri Salaf Menjawab | Pustaka Sidogiri

Catatan: Perbedaan pendapat di kalangan ulama suatu kewajaran dalam kajian fikih, harap maklum.