Skip to main content

Puasa Sehari Sebelum Ramadhan

Ada sebagian masyarakat yang mengawali bulan puasanya mengikuti “hitungan lima”. Mereka memakai pedoman bahwa tanggal lima bulan Ramadhan kemarin, adalah awal bulan Ramadhan ini, dan tanggal lima pada bulan Ramadhan ini, adalah awal bulan Ramadhan yang akan datang, dan begitu seterusnya.

Hal ini berdasarkan pernyataan dalam kitab Nuzhatul-Majalis, juz 1 hlm. 159 (Darul-fikr):

Ada juga sebagian masyarakat yang melakukan puasanya dengan berpegang pada penetapan pemerintah. Cuma dia melakkukan puasanya satu hari sebelum tanggal satu Ramadhan, dengan alasan ihtiyath (hati-hati). Padahal sebelum tanggal satu Ramadhan adalah hari Syak yang di larang berpuasa.

Pertanyaan

  1. Apakah benar paham yang terdapat dalam pernyataan dalam kitab Nuzhatul-Majalis di atas?
  2. Apakah diperbolehkan melakukan ibadah puasa sebelum tanggal satu yang ditetapkan pemerintah sengan alasan hati-hati?

Jawaban

  1. Penentuan awal bulan Ramadhan atau bulan Syawal tidak dapat menggunakan pedoman yang di terangkan dalam kitab Nuzhatul-Majalis di atas. Bahkan, menurut para ulama, kitab Nuzhatul-Majalis tidak boleh dipelajari karena banyak mengandung Hadis dan cerita palsu.
  2. Hari syak menurut mazhab Syafii adalah hari tanggal 30 Sya’ban dan tersiar kabar bahwa hilal terlihat, nmaun tidak ada orang adil yang melihat, atau yang melihat hilal adalah anak yang belum beligh atau perempuan. Adapun hukum berpuasa sebelum tanggal 1 Ramadhan karena alasan hati-hati adalah haram.

Rujukan

Referensi: Santri Salaf Menjawab | Pustaka Sidogiri

Catatan: Perbedaan pendapat di kalangan ulama suatu kewajaran dalam kajian fikih, harap maklum.