Skip to main content

Tidak Semua Daerah Melihat Hilal

Hari raya Idul Fitri di Indonesia ditentukan dengan ru’yatul hilal (melihat bulan). Namun, tentunya tidak semua daerah berhasil melihat bulan.

Pertanyaan

  1. Ketika yang berhasil melihat bulan hanya di daerah Jakarta Timur, apakah diwajibkan puasa bagi seluruh Indonesia atau hanya daerah satu matla’ itu?
  2. Sejauh manakah batasan satu matla’ itu?

Jawaban

  1. Ada pemilihan. Bagi daerah yang sama matla’-nya dari tempat ru’yah, maka wajib berpuasa. Sedangkan untuk seluruh Indonesia yang tidak sama matla’-nya, hukumnya masih khilaf: menurut pendapat yang ashah tidak wajib puasa, sedangkan menurut ulama yang menjadi lawan ashah (muqabilul-ashah) hukumnya wajib berpuasa, karena disamakan dengan daerah yang berdekatan jarak dengannya.
  2. Batasannya adalah jarak yang tidak mencapai 24 farsyakh (133.056 m) dari segala arah.

Keterangan

Yang menjadi tolak ukur dalam pendapat muqabilul-shah dalam masalah di atas bukan mathla’, melainkan masafatul-qashri (jarak bisa mengqashar salat). Oleh karena itu menurut mereka, orang yang berada di daerah yang jaraknya tidak mencapai batas di perbolehkan mengqashar salat dari tempat ru’yah, hukumya wajib berpuasa.

Untuk daerah yang jaraknya sudah mencapai batas minimal bolehnya melakukan qashar salat atau lebih dari tempat ru’yah tersebut, maka hukumnya khilaf ; pendapat pertama wajib puasa, pendapat kedua tidak wajib, dan pendapat kedua inilah yang ashah.

Rujukan

Referensi: Santri Salaf Menjawab | Pustaka Sidogiri

Catatan: Perbedaan pendapat di kalangan ulama suatu kewajaran dalam kajian fikih, harap maklum.