Skip to main content

Mengakumulasi Hasil Panen Dalam Satu Tahun

Minimnya pengetahuan masyarakat tentang zakat memang cukup mengkhawatirkan, sehingga program pengentasan kemiskinan diusung Islam melalui "gerakan wajib zakat" tidak dapat berjalan secara optimal.

Salah satu hal yang luput dari perhatian mereka adanya kewajiban pengakumulasian hasil panen yang belum mencapai satu nishab dengan hasil panenan berikutnya yang masih dalam lingkup satu tahun.

Apabila hasil pengamukulasian tersebut mencapai satu nishab, maka habis terjual ataupun dikonsumsi. Namun konsep ini sering kali dikeluhkan oeh para petani karena dirasa memberatkan mereka.

Pertanyaan

  1. Ada dasar yang mengilhami para fiqaha' dalam merumuskkan konsep di atas?
  2. Adakah pendapat ulama yang mengatakan bahwa kasus seperti di atas tidak wajib diakumulasikan?
  3. Bagaimana seandainya setelah panen yang pertama dilakukan ta’jil zakat?

Jawaban

  1. Dasar akumulasi adalah adanya ijma' (konsensus) ulama, sebagaimana dinyatakan dalam suatu hikayat.
  2. Ada, apabila tanaman kedua dtanam setelah penannya tanaman pertama.
  3. Boleh menurut pendapat dengan syarat: a)Tanaman kedua sudah ditanam dan tumbuh segar. b)Yakin hasil tanaman kedua bisa menyempurnakan nishab.

Rujukan

Referensi: Santri Salaf Menjawab | Pustaka Sidogiri

Catatan: Perbedaan pendapat di kalangan ulama suatu kewajaran dalam kajian fikih, harap maklum.